LAPORAN KULIAH PENGENALAN LAPANGAN (KPL)
PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK DAN PT. CALADI 59
DI BANDUNG
Laporan ini di susun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi dalam rangka penyeselasian studi pada jenjang pendidikan strata 1
Jurusan Sistem Informasi
Penyusun:
Nama NPM
1. Khoirun Nisya
2. Galita Rengganis Putri
3. Rosetti Hutabarat
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) PRANATA INDONESIA
BEKASI
TAHUN 2011
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji serta syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, bahwa dengan Rahmat dan Karunianya kami dapat menyusun dan menyelesaikan Laporan Kuliah Pengenalan Lapangan (KPL) yang dilaksanakan di PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dan di PT. Caladi 59, bandung. Serta kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu kami dalam menyelesaikan Laporan ini.
adapun tujuan dari penyusunan laporan ini yaitu sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Tugas Akhir (TA) dan dapat digunakan sebai acuan para mahasiswa/i yang ingin menjadi seorang Enterpreneur yang sukses. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.
Sebelum dan sesudahnya kami meminta maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan. Dan harap kami semoga laporan ini berguna bagi setiap orang yang membacanya. Terimakasih atas perhatiannya.
Bekasi, 31 Mei 2011
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penulisan Laporan
Latar belakang dari penulisan laporan Kuliah Pengenalan Lapangan (KPL) ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi dalam rangka penyelesaian studi pada jenjang pendidikan Strata I, selain itu juga agar mahasiswa/i lebih kreatif dan mempunyai semangat dalam melakukan pekerjaan.
B. Maksud Penulisan Laporan
Adapun maksud dari penulisan laporan ini adalah agar kita mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan suatu bidang usaha. Baik dari segi modal, kendala-kendala yang dihadapi, cara mengatasi kendala-kendala tersebut, trik-trik agar usaha yang diljalankan bisa lancar dan diminati oleh masyarakat (pasar) dan lain sebagainya yang berhungan dengan bidang usaha.
C. Tujuan Penulisan Laporan
Penulisan laporan ini bertujuan agar setiap mahasiswa/i lebih mengerti pentingnya memiliki semangat yang besar dalam membuka suatu bidang usaha. Selain itu, penulisan laporan inipun bertujuan untuk membantu kita dalam penulisan TA atau Tugas Akhir nantinya.
BAB II
SEJARAH PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan
1. SEJARAH PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK
Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT). Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober 1856, dimulai pengoperasian layanan jasa telegraf elektromagnetik pertama yang menghubungkan Jakarta (Batavia) dengan Bogor (Buitenzorg).[1] Pada tahun 2009 momen bersejarah tersebut dijadikan sebagai patokan hari lahir Telkom.
a. Perusahaan Negara
Logo PN Postel.
Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
b. Perumtel
PERUMTEL (1974-1991)
Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Tahun 1980 seluruh saham PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) diambil alih oleh pemerintah RI menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel. Pada tahun 1989, ditetapkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, yang juga mengatur peran swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.
c. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)
Logo Telkom hingga 2009, "Commited to you".
Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991.
d. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Logo Telkom sejak 2009-Sekarang
Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham Telkom. Sejak itu saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Bursa Saham New York (NYSE) dan Bursa Saham London (LSE). Saham Telkom juga diperdagangkan tanpa pencatatan di Bursa Saham Tokyo.
Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi. Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan diregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia.
Tahun 2001 Telkom membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat. Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.
Pada 23 Oktober 2009, Telkom meluncurkan "New Telkom" ("Telkom baru") yang ditandai dengan penggantian identitas perusahaan.
e. Layanan
Telkom menyediakan jasa telepon tetap kabel (fixed wireline), jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data/internet serta jasa multimedia lainnya.
Berikut adalah beberapa layanan telekomunikasi Telkom:
1). Telepon
• Telepon tetap (PSTN), layanan telepon tetap yang pernah menjadi monopoli Telkom di Indonesia
• TelkomFlexi, layanan telepon fixed wireless CDMA
2). Data/Internet
• TelkomNet Instan, layanan akses internet dial up
• TelkomNet Astinet, layanan akses internet berlangganan dengan fokus perusahaan
• Speedy, layanan akses internet dengan kecepatan tinggi (broad band) menggunakan teknologi ADSL
• e-Business (i-deal, i-manage, i-Settle, i-Xchange, TELKOMWeb Kiostron, TELKOMWeb Plazatron)
• Solusi Enterprise - INFONET
• TELKOMLink DINAccess
• TELKOMLink VPN IP, layanan komunikasi data any to any connection berbasis IP MPLS.
• TELKOMNet Whole Sale (VPN Dial), Layanan akses dial up ke intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada TELKOMNet.
• TELKOM ISDN, jaringan digital yang menyediakan layanan telekomunikasi multimedia, merupakan pengembangan dari sistem telepon yang telah terintegrasi.
f. Produk
1). Channel
Channel - channel di TELKOMVision
2). Internet
Dengan menggunakan jaringan TV Kabel kami, pelanggan dapat mengakses layanan internet menggunakan teknologi kabel modem dengan kecepatan akses dimulai dari 64kbit/s..
g. SMATV
Satelit Master Antena Televisi/SMATV untuk area-area diluar jangkauan jaringan TV Kabel yang masuk dalam cluster area layanan TV berbayar, kami dapat menyediakan layanan SMATV...
1). TV Kabel
TV Kabel merupakan layanan TV berbayar yang menggunakan kabel coaxial dan fiber optik yang tersambung langsung ke ruang keluarga anda.
2). TV Satelit
Satelit TV atau Direct To Home(DTH) merupakan layanan TELKOMVision yang dapat diterima langsung oleh pelanggan yang menggunakan parabola dan decoder. Sinyal broadcast diterima langsung oleh fasilitas decoder
3). Satelit
• TELKOMSatelit (Sewa Transponder)
o TELKOMVSAT (VSAT)
h. Operator Telekomunikasi, Informasi, Media dan Edutaintment (TIME)
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”, ”Perseroan”, “Perusahaan”, atau “Kami”) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layangan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.
Sebagai BUMN, Pemerintah Republik Indonesia merupakan pemegang saham mayoritas yang menguasai sebagian besar saham biasa Perusahaan sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan diBursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa listing).
Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, kami bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio, transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia serta transformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacy yang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon seluler (Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Konsistensi kami dalam berinovasi telah berhasil memposisikan Perusahaan sebagai salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam bisnis New Wave.
Komitmen kami untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan kami, yakni mencapai 120,5 juta pelanggan per 31 Desember 2010, atau meningkat sebesar 14,6%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,3 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 18,2 juta pelanggan telepon nirkabel tidak bergerak, dan 94,0 juta pelanggan telepon seluler.
i. KOMISARIS
• I Nyoman G Wiryanata (Komisaris Utama)
• Tonda Priyanto (Komisaris)
• Hendri Mulja Syam (Komisaris)
j. DIREKSI
• Elvizar KH (Direktur Utama)
• Harjawan Balaningrath (Direktur Keuangan)
• Gatot Bekti Haryono (Direktur Sales and Marketing)
• Aris Hartoni (Direktur IT & Content)
k. VISI DAN MISI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK
VISI
"To become the leading pay television company in Indonesia"
TELKOMVision berupaya menempatkan diri sebagai perusahaan televisi berbayar terkemuka di Indonesia
MISI
"To deliver high value, world-class quality service, and build a professional and competent team"
TELKOMVision mempunyai misi mengirimkan nilai yang tinggi, kualitas service yang bertaraf dunia, dan membangun team yang kompeten serta professional.
2. SEJARAH PT CALADI LIMA SEMBILAN (C59)
PT. Caladi Lima Sembilan berdiri pada tanggal 12 Oktober 1980 yang ditandai dengan pernikahan pasangan Marius Wiwid dan Maria Goretti Murniati. Modal usaha awalnya diperoleh dari menjuala kado pernikahan merekan untuk mendapatkan satu mesin jahit dan dua mesin obras. Model bisnis yang pertama kali dijalankan adalah melayani pesanan kaos bergambar (sablon) dari sekolah-sekolah maupun instansi pemeritahan disekitar kota BAndung. Nama ‘C59’ sendiri diambil dari alamat rumah jalan Caladi no. 59.
Nama C59 mulai dikenal sebagai merk produk kaos yang berkualitas, baik bahan maupun teknik sablon karet dan separasi warnanya yang unggul khususnya di Bandung dan Jakarta. C59 mulai dijual sebagai prodk satuan dengan disain-disain asli yang dibuat sendiri tetap dengan menggunakan merek C59 pada labelnya. Bisnis ini merupakan cikal bakal bisnis retail C59 selanjutnya.
Tentu sebagian besar dari anda pernah mendengar nama kaus bermerk C59. kesuksesan C59 tidak lepas dari kepiawaian penggagasnya, Marius Widyarto atau yang akrab dipanggil Mas Wiwid. Bermula dari rasa gusarnya melihat teman-temanya yang memamerkan kaos bergambar kota mancanegara buah tangan dari orang tuanya usai bepergian dari luar negri.
Wiwed kemudian tertantang untuk memubuat sendiri kaus bergambar patung Liberty dan kota New York dan sesumbar bahwa omnya juga baru datang dari luar negri, sejak saat itulah ia semakin dikenal sebagai orang yang piawai membuat kaus, ia lebih sering didatangi orang untuk urusan pesanan kaus dari pada untuk pekerjaannya.
Wiwied yang sejak kecil menyukai pekerjaan prakarya memulai usahanya dari rmahnya yang berukuran 60 m2 di Gang Caladi 59, yang akhirnya menjadi mnama merk kausnya dengan modal awal dari hasil penjualan kado pernikahannya dengan Maria Coreti Murniati.
Wiwied banyak ditempa ketia ia ikut seorang pengusaha keturunan dibandung yang memperlakukannya sevara keras. Pada awalnya Wiwied menjalankan usahanya dari order kanan kiri, ia juga ikut mendesain, memilih bahan, memotong, menjahit, menyablon sampai finishing disamping juga mencari order.
Usahanya meningkat ketika mendapatkan order dari Nichimen perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pestisida, kaus itu untuk dibagi-bagikan ke para petani. Usahanya semakin terasa meningkat setelah mengikuti kegiatan Air Show 1986 di Jakarta yang diikuti pula oleh para peserta dari manca Negara.
Wiwed kemudian juga merambah bidang retail yang bermula dari menjual sisa order yang tidak memenuhi syarat yang ternyata juga diminati orang. Setelah usahanya meningkat, pada tahun 1992, ia kemudian pindah ke Jalan Tikukur no. 10 yang kemudian memborong rumah disekitarnya yakni no. 4, 7, 8, 9 yang kemudian ia jadikan kantor dan showroom produknya. Selain itu ia jauga membuka showroom di daerah lain, sperti Balikpapan, Bali, Yogya dan kota lain hingga kini ia memiliki sekitar 600 outlet di Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 4000 karyawan.
Di mancanegara, Wiwied memiliki 60 showroom yang tersebar di Slowakia, Polandia, dan Czech dan bahkan kini ia juga sudah merambah jaringan Metro Dept. Store di Singapura. Keberhasilannya menembus mancanegara bermula dari beberapa stafnya yang bersekolah di luarnegri yang biasanya membawa satu dua koper kaus C59 dan dijual pelan-pelan disan kemudia diadakan survey yang ternyata pasar disana menguntungkan karena memiliki empat musim, sehingga tidak hanya bisa menjual T-Shirt namun juga menjual sweater atau jaket.
Wiwied juga memiliki sebuah pabrik di atas tanah seluas 4000m2 di daweah Cigadung, Bandung. Pabrik ini dibangun setelah mendapatkan kredit ketika iru Bank Niaga memesan T-Shirt ke C59. Ditahun yang sama pula ia mengubah bentuk usahanya menjadi PT. Caladi Lima Sembilan.
Keberhasilan wiwied mengartikan salah satu kuncci sukses Wiwied juga terletak pada peggalian ide desaun yang ridak pernah berakhir, baginya riset desain sangatlah penting karena kekuatan produknya ada pada rancangan, apalagi industri T-Shirt cepat berganti tren. Karyawannya pun mendapat kesempatan jalan-jalan untuk mencari ide-ide segar, bahkan ia membiarkan karyawannya untuk tidak masuk asalkan ketika ia masuk ia sudah membawa ide bagus.
Setiap desain yang akan dikeluarkan harus dipresentasikan lwbih dulu, kemudian setelah terpilih, baru dilanjutkan dengan prosesi produksi, pemilihan bahan, teknik cetak, warna dan sebagainya.
Wiwied juga terlihat sangat piawai membangun networking, ia selalu berusaha membangun hubungan baik dengan supplier, support, customer, dan govemment. Ia sangat percaya bahwa relationship adalah kunci kesuksesan dari bisnis. Wiwied menaku kalau dia merupakan biangnya koperasi, untukitu ia juga mendirikan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya, omset koperasinya saan ini sekitar Rp. 600 juta. Ia bangga karena telah dapat mewujudkan impiannya membuka lapangan kerja bagi banyak orang.
a. Prestasi yang Didapat Oleh PT. Caladi 59
Antara tahun 1993-1994, C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT), dengan Bpk. Marius Widyarto Wiwied sebagai Direktur Utama. Kemudian melakuan peluasan cabang kebeberapa kota di Indonesia, seperti: Jakarta, Balikpapan, Bali, Yogyakarta, Ujung Pandang, Medan, Padang, Lampung, Malang dengan mendirikan took sendiri dan menjalin kerja sama dengan Ramayana Department Store sebagai saluran distribusi.
Kemudian pada tahun 1996 PT. Caladi 59 memperoleh penghargaan Upakarti untuk kategori Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain itu pada tahun 1999 PT. Caladi 59 memenangkan penghargaan Internasional Merit Award untuk katagori tema: Kalender Terbaik (Best Calender Theme).
Pada usia yang ke-20 tepat pada tahun 2000, PT. Caladi 59 mulai memasarkan produknya ke Eropa Tengah (Ceko Slovakia dan Germany). Jalinan kerjasama dengan Matahari Department Store, konsep dan varian produknya juga berubah dari Basic T-Shirt (kaos oblong) menjadi “Fasion Apparel” dengan segmentasi kalangan remaja usia 14-24 tahun.
Lagi-lagi Pt. Caladi 59 memperoleh penghargaan yaitu peringkat I (pertama)diajang pengharhgaan Enterprise 50 (50 UKM Nasional Terbaik) yang diselenggarakan oleh Accenture dan majalah SWA. Pada tahun 2002-2003 PT. Caladi 59 ikut andil peran dalam tren para kawula muda, dengan mengadakan C59 Street Fiesta. Street Fiesta tersebut digelar di 3 kota besar di Jawa antara lain, Bandung, Surabaya, Yogyakarta.
b. Stuktur Organisasi
Strktur organisasi di PT. Caladi 59 :
c. Kedudukan, Tugas, Wewenang dan Tanggung jawab
Uraian secara singkat struktur organisasi PT. Caladi 59 adalah sebagi berikut:
1) Dewan Komisaris
Dewan komisaris merupakan pemilik modal atau saham yang berwenang menerima segala pertanggung jawaban Direktur dalam membawa perusahaan mencapao sasaran dan tujuan perusahaan serta berhak memberikan kebijaksanaan oleh perusahaan. Dan kedudukannya sangat menentukan dalam berdirinya suatuperusahaan dan membawai seluruh staf.
2) Director
Director merupakan pejabat yang telah diberikan mandate dan tanggung jawab dari komisaris perusahaan untuk memimpin dan mengelola perusahaan mencapai sasaran dan tujuannya.
3) Dewan Konsultan/Pengawas
Dewan ini berfungsi sebagai penasehat yang dapat memberikan saran kepada Director dan Dewan Komisaris dalam menjalankan perusahaan dan juga berfungsi untuk mengawasi jalannya operasional perusahaaan.
4) General Manager
General Manager menerima mandate dari Director untuk secara langsung memimpin dan mengoprasikan perusahaaan. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 4 orang manager yang terdiri dari: Manager Personalia dan Umum, Manager Akutansi dan Keuangan, Manager Pabrik dan Pemasaran.
5) Manager Personalia dan Umum
Bertanggung jawab untuk mengatur masalah karyawan secara keseluruhan, seperti: masalah penerimaan, penempatan, kesejahteraan karyawan, gaji, pemecatan, pengurusan administrasi kepada Depnaker dan Sinas Tenaga Kerja, dan pengurusan kendaraan.
6) Manager Akutansi dan Keuangan
Manager Akutansi dan Keuangan bertanggung jawab untuk memeriksa, menolak, mengabuklan semua hal yang berhubungan dengan pengajuan pendanaan. Manager ini juga bertugas untuk melakukan analisis terhadap benefit cost rasio dan perputaran yang ada, dengan demikian kegiatan yang bergubungan dengan invetasi seperti pembukuan suatu showroom, pembelian peralatan tidak terganggu.
7) Manager Pabrik/Produksi
Manager Pabrik bertanggung jawab atas kelangsungan segala aktivitas pabrik, bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya proses produksi, baik untuk produk eceran (retail) maupun produk produk pesanan (order), mulai dari penggunaan bahan, pelaksanaan sablon, gambar, obras, jahit, pengemasan dan pengiriman ke gudang barang jadi.
8) Manager Pemasaran
Manager Pemasaran bertanggung jawab terhadap penjualan yang telah dan akan mulai dilakukan mulai dari pembuatan outlet, pembukaan showroom, system waralaba, penyediaan dan pemilihan desain, penagihan dan maintenance terhadap outlet (seperti outlet yang laku dan tidak laku). Dalam melaksanakan tugasnya manager pemasaran dibantu oleh kepala bagian order, kepala bagian retail dan Area sales manager.
9) Kepala Bagian Order
Tugas-tugas Kepala Bagian Order adalah:
Mengawasi jalannya penerimaan order.
Mengawasi pelaksanaan administrasi order.
Mengawasi pendistribusian order.
Mengawasi sejauh mana order tersebut dilaksankan.
Bekerja sama denan team follow up produksi dalam pelaksanaan pembuatan order.
10) Kepala BAgian Retail
Tugas-tugas Kepala Bagian Retail adalah:
Membuar perencanaan desain baru
Membuat perencanaan untuk vetak ulang.
Menganalisa desain-desain yang laku dipasaran.
11) Area Sales Manager
Tanggung jawab Area Sales Manager adalah:
Membuat rencana penjualan (sales plan).
Memonitor pelaksanaan waralaba di areanya.
Membuat laporan penjualan dan dilaporkan kepada Marketing Manager.
Melaksankan tugas penjualan pada area yang dipegangnya.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
1. PT. Telekomunikasi Indonesi Tbk.
a. Didirikan pada tahun Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT).
b. Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober 1856, dimulai pengoperasian layanan jasa telegraf elektromagnetik pertama yang menghubungkan Jakarta (Batavia) dengan Bogor (Buitenzorg).[1] Pada tahun 2009 momen bersejarah tersebut dijadikan sebagai patokan hari lahir Telkom.
c. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk merubah nama dan logo sebanyak 4 (empat) kali. Diantaranya: Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) Pada tahun 1961, Perusahaan Umum Telekomuniakasi (Perumtel) Pada tahun 1974-1991, PT. Telekomunikasi Indonesia (persero) pada tahun 1991-2009, dan terakhir PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2009 sampai sekarang.
d. Layanan PT Telekomunikasi Indonesia adalah Telepon dan Internet
e. Dan lain sebagainya.
2. PT. Caladi 59
a. PT. Caladi 59 sembilan adalah perusahaan yang memproduksi T-shirt printing, jaket, polo dhirt, kemeja dan menjualnya secara eceran melalui showroom dan outlet yang ada dengan desain yang diciptakan oleh perusahaan sendiri. Desain-desain yang ada umumnya mengikuti selera komsumen soperti desain yang bertemakan olahraga, tema otomotif, tema musik, tema untuk wanita dan lain sebagainya.
b. C59 juga melayani peasanan dari berbagai kalangan seperti pembuatan t-shirt, polo shirt, sweeter, jaket dll yang desainnya berasal dari pemesan. Namun penerimaan pesanan mempertimbangkan jumlah ordet minimum untuk setiap produk, bahan dan jenis produk yang dipesan, desain, gambar, banyaknya warna yang diinginkan, dan jenis bahan sablon yang digunakan. Semua ini mempengaruhi lama waktu pembuatan dan harga jual.
c. Dalam peoduksinya PT. Caladi 59 tidak selamanya berjalan dengan lancar ada kalanya terdapat hambatan-hambatan yang mengganggu aktivitas pelaksanaan produksi seperti: persaingan di pasar, karyawan yang tidak tertib peratuan, keterbatasan persediaan bahan baku dan lain sebaginya.
d. Ada beberapa solusi yang dilakukan untuk menangani masalah-masalah diatas, diantaranya:
e. Perusahaan harus lebih selektif dalam merekrut karyawan, apalagi karyawan yang diposisikan sebagai leader.
f. Perusahaan harus mempertahankan kualitas produk.
g. Peusahaan harus meningkatkan komunikasi dengan konsumen dan perantara (distributor).
h. Dan lain sebagainya
B. Saran
Mealui saran ini diharapkan dapat berguna dalam memajukan perusahaan dimasa sekarang dan akan datang. Adapun saran-sarannya sebagai berikut:
1. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
b. Peusahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas produknya
c. Perbanyaklah ide yang kreatif dalam setiap proses peningkatan kualitas produk.
d. Dukung lah setiap seorang mahasiswa atau masyarakat umum yang memiliki kelebihan dalam ide yang bisa meningkatkan kualitas PT. Telkom Indonesia Tbk.
2. PT. Caladi 59
a. Perusahaan diharapkan dapat membina hubungan baik dengan para pelanggan (konsumen) dan pera distributor, serta memberikan promosi yang menarik, misaknya: memberikan bonus bagi para prnjual yang dapat menjual produknya melebihi target, serta memberikan diskon kepada konsumen untuk produk-produk tertentu dll.
b. Degan adanya persaingan dengan prtusahaan lain yang sejenis diharapkan perusahaan lebih meningkatkan komunikasi dengan konsumen secara langsung agar perusahaan lain yagn sejenis diharapkan perusahaan lebih meningkatkan komunikasi dengan konsumen secara langsung agar perusahaan dapat mengetahui kekurangan produk yang dihasilkan dan dapat mengaetahui permintaan pasar yang banyak diinginkan konsumen. Sekarang ini sehingga konsumen akan tetap loyal terhadap produk yang dihasilkan PT. Caladi 59.
c. Selain itu, agar perusahaannya tetap maju dan berkembang, sebaiknya perusahaan perlu memperhatikan kualitas produknya.